Huruf untuk majalah House & Garden yang diterbitkan di Amerika
diciptakan khusus oleh Jonathan Hoefler. Huruf dengan sentuhan old style ini
memberikan citra elegan, bersih, dan teratur yang merepresentasikan selera
estetika dari sebuah majalah yang memfokuskan kepada penataan rumah dan
taman.
Gambar. Batman Forever Roman adalah jenis huruf yang digunakan secara
eksklusif oleh Warner Bros untuk tipografi film Batman Forever. Diciptakan
khusus untuk merefleksikan karakteristik dari film tersebut dengan memberikan
kesan action dan kuat, serta memiliki paduan antara nuansa modern dan elegan.
Huruf-huruf yang memiliki perlakuan efek khusus (special
effect) biasanya digunakan untuk periklanan sebagai
penguat agar rancangan dapat tampil lebih vocal serta
menambah nilai dramatik dari sebuah pesan. Dalam
sebuah rancangan grafis, penggunaan huruf dengan efekefek khusus sebaiknya diputuskan bukan sebagai pilihan
utama, selama jenis huruf-huruf lain (yang tanpa efek)
masih dapat mengakomodasi karakter ataupun atmosfir-atmosfir dari citra atau
pesan yang akan disampaikan.
Kini, teknologi digital telah memungkinkan
diciptakannya berbagai macam bentuk efek visual
dengan meggunakan teknologi komputer. Namun yang
perlu diingat adalah bahwa penggunaan efek-efek
khusus pada huruf harus disesuaikan dengan
kebutuhan desain. Penerapan efek-efek yang eksesif akan mempengaruhi
legibility serta merusak estetika dari rancangan.
Huruf-huruf dekoratif dan script memiliki limitasi dalam penggunaannya, tidak
seperti huruf-huruf mainstream yang memiliki kompatibilitas untuk digunakan
dalam berbagai tujuan. Biasanya penggunaan huruf-huruf dekoratif dan script
diterapkan untuk keperluan atau tujuan-tujuan tertentu seperti dalam desain
logo, label, judul buku, ataupun menu hidangan.
Contoh dari sebuah desain untuk menu hidangan yang mengunakan huruf
dekoratif.
Learning
Kamis, 13 Oktober 2016
Pedoman Penggunaan Huruf Secara Efektif (Bag3)
Pemilihan Huruf
Perwajahan huruf adalah sebuah konsep yang abstrak seperti halnya musik.
Dengan mendengarkan sebuah lagu kita dapat merangkum karakteristik, kesan,
suasana hati, ataupun atmosfir-atmosfir yang terdapat di dalamnya, seperti
perasaan gembira, sedih, optimis, tenteram, ataupun romantic. Interpretasi
tersebut adalah sebuah bentuk asosiasi terhadap suatu realita yang didapat dari
berbagai macam referensi serta rekaman beragam pengalaman.
Tampilan fisik dari jenis-jenis huruf di bawah ini saling berbeda dan masingmasing bentuk huruf memiliki potensi dalam merefleksikan sebuah kesan.
Beberapa contoh berikut adalah berbagai hasil rancangan grafis yang dapat
mewakili konsep serta latar belakang dari pemilihan dan pemanfaatan huruf
sebagai perangkat komunikasi visual yang memiliki nilai fungsional dan estetik.
Dari contoh-contoh tersebut dapat dilihat bagaimana memilih huruf secara baik
dan tepat sehingga rancangan yang dihasilkan dapat merepresentasikan pesan
ataupun karakteristik yang akan diangkat.
Karya seni yang menggunakan huruf sebagai
medium ekspresi. Sebuah karya dari Jenny Holzer
(1985-1986) seorang feminis serta seniman
conceptual art dari Amerika. Karya-karya seni
kontemporer dari Henny Holzer memiliki kekuatan
yang berbasis pada kata-kata yang diciptakan guna
mengekspresikan nilai-nilai kebenaran Spread (halaman bentangan) dari
majalah musik ternama diAmerika, Rolling Stone, yangmengangkat sebuah artikeltentang kelompok musik Metallicayang beraliran heavy metal.Pemilihan jenis huruf yangberkesan kokoh dan keras padadisplay type ditujukan untuk lebih memberikan ‘visual voice’ terhadap isi artikelserta menciptakan korelasi terhadap karakter visual dari fotografi yangditampilkan dalam halaman pembuka dari artikel tersebut.Sebuah trend dalam tipografi lahir karena terkonfrontasi oleh kebutuhan jaman.Sebelum menggunakan jenis-jenis huruf yang dianggap trendy sebaiknya
dilakukan investigasi terlebih dahulu terhadap trend yang sedang berlangsung.
Jenis-jenis huruf sebaiknya digunakan sesuai dengan kebutuhan dari rancangan.
Untuk mengangkat citra up-to-date tidak harus menggunakan jenis-jenis huruf
yang dianggap trendy, huruf-huruf mainstream seperti Garamond, Bodoni,
ataupun Helvetica yang memiliki long life span, masih banyak digunakan dalam
desain grafis masa kini.
Sebuah rancangan tipografi yang isi pesannya memiliki korelasi dengan periode
waktu tertentu sebaiknya memunculkan fenomena-fenomena yang hadir pada
jaman tersebut dengan menampilkan karakteristik huruf yang menjadi perwakilan
visual dari sebuah masa.
Perwajahan huruf adalah sebuah konsep yang abstrak seperti halnya musik.
Dengan mendengarkan sebuah lagu kita dapat merangkum karakteristik, kesan,
suasana hati, ataupun atmosfir-atmosfir yang terdapat di dalamnya, seperti
perasaan gembira, sedih, optimis, tenteram, ataupun romantic. Interpretasi
tersebut adalah sebuah bentuk asosiasi terhadap suatu realita yang didapat dari
berbagai macam referensi serta rekaman beragam pengalaman.
Tampilan fisik dari jenis-jenis huruf di bawah ini saling berbeda dan masingmasing bentuk huruf memiliki potensi dalam merefleksikan sebuah kesan.
Beberapa contoh berikut adalah berbagai hasil rancangan grafis yang dapat
mewakili konsep serta latar belakang dari pemilihan dan pemanfaatan huruf
sebagai perangkat komunikasi visual yang memiliki nilai fungsional dan estetik.
Dari contoh-contoh tersebut dapat dilihat bagaimana memilih huruf secara baik
dan tepat sehingga rancangan yang dihasilkan dapat merepresentasikan pesan
ataupun karakteristik yang akan diangkat.
Karya seni yang menggunakan huruf sebagai
medium ekspresi. Sebuah karya dari Jenny Holzer
(1985-1986) seorang feminis serta seniman
conceptual art dari Amerika. Karya-karya seni
kontemporer dari Henny Holzer memiliki kekuatan
yang berbasis pada kata-kata yang diciptakan guna
mengekspresikan nilai-nilai kebenaran Spread (halaman bentangan) dari
majalah musik ternama diAmerika, Rolling Stone, yangmengangkat sebuah artikeltentang kelompok musik Metallicayang beraliran heavy metal.Pemilihan jenis huruf yangberkesan kokoh dan keras padadisplay type ditujukan untuk lebih memberikan ‘visual voice’ terhadap isi artikelserta menciptakan korelasi terhadap karakter visual dari fotografi yangditampilkan dalam halaman pembuka dari artikel tersebut.Sebuah trend dalam tipografi lahir karena terkonfrontasi oleh kebutuhan jaman.Sebelum menggunakan jenis-jenis huruf yang dianggap trendy sebaiknya
dilakukan investigasi terlebih dahulu terhadap trend yang sedang berlangsung.
Jenis-jenis huruf sebaiknya digunakan sesuai dengan kebutuhan dari rancangan.
Untuk mengangkat citra up-to-date tidak harus menggunakan jenis-jenis huruf
yang dianggap trendy, huruf-huruf mainstream seperti Garamond, Bodoni,
ataupun Helvetica yang memiliki long life span, masih banyak digunakan dalam
desain grafis masa kini.
Sebuah rancangan tipografi yang isi pesannya memiliki korelasi dengan periode
waktu tertentu sebaiknya memunculkan fenomena-fenomena yang hadir pada
jaman tersebut dengan menampilkan karakteristik huruf yang menjadi perwakilan
visual dari sebuah masa.
Pedoman Penggunaan Huruf Secara Efektif (Bag2)
Interval ruang antarhuruf atau kata memiliki dampak
yang sangat berarti terhadap legibility. Susunan
huruf yang terlalu rapat akan mengaburkan bentuk
huruf, sedangkan susunan huruf yang terlalu
renggang akan sangat mempengaruhi kecepatan
membaca,
Interval ruang bukan hanya berpengaruh terhadap
legibility saja, tetapi juga dapat memberikan
pengaruh terhadap keindahan dan harmoni sebuah
rancangan. Kerning atau tracking positif diperlukan
diperlukan untuk huruf-huruf yang dicetak dalam
ukuran kecil.
Penyesuaian interval ruang antarbaris juga harus
diperhatikan, karena dapat membantu kecepatan
dan kenyamanan membaca. Bila interval ruang
terlalu sempit atau terlalu besar akan memakanwaktu lebih lama bagi mata dalam menemukan atau menyambung pada barisbaris kata selanjutnya. Huruf dengan ukuran x-height yang besar ataupun yang
kecil memerlukan ukuran leading yang besar.
Contoh tulisan dengan leading normal.
Contoh tulisan dengan leading negatif, menunjukan ada ruang tumpang tindih
antara descender dan ascender.
Naskah yang panjang sebaiknya dicetak dengan menggunakan huruf dari
kelompok berat regular. Bila huruf bold diterapkan dalam sebuah naskah, maka
ketebalannya akan banyak memberikan pengaruh terhadap legibility dan
keindahan rancangan. Di samping itu, huruf bold dapat memberikan kesan masif
dan pekat terhadap ruang.
Contoh naskah yang dicetak dengan menggunakan huruf bold.
Huruf yang digunakan untuk judul disebut dengan display type. Ukuran minimum
untuk display type adalah 14 pt. Huruf yang lebih kecil dari 14 pt disebut text
type. Pemilihan ukuran untuk text type
tergantung kepada jenis huruf yang dipakai
berikut besar x-height. Untuk naskah yang
panjang, apabila huruf dicetak terlalu kecil
akan cepat melelahkan mata atau bahkan mungkin akan sukar dibaca, dan bila
dicetak terlalu besar akan mengganggu estetika rancangan.
Interstate adalah jenis huruf yang telah diuji faktor
legibility-nya di Amerika guna memenuhi
persyaratan sebagai standar huruf untuk ramburambu jalan bebas hambatan dan trotoar (highway
signs and pavement markings). Huruf Interstate ini juga telah banyak digunakan
di jalan-jalan bebas hambatan di kota Jakarta dan sekitarnya.
Bila ditinjau dari grand desain tipografi, pendekatan terhadap permasalahan
tipografi dibedakan menjadi dua kelompok :
Tipografi mikro
Menyangkut tampilan visual rancangan huruf secara mendasar, seperti
desain tata letak serta eksekusi-eksekusi visual yang terdiri dari
perhitungan huruf, leading, dan kerning.
Tipografi makro
Menyangkut kepada pengintegrasian permasalahan strategi kreatif mulai
dari konsep desain, filosofi, kaitan huruf dengan sejarah, sasaran
khalayak, serta penggunaan huruf sebagai sebuah solusi komunikasi.
yang sangat berarti terhadap legibility. Susunan
huruf yang terlalu rapat akan mengaburkan bentuk
huruf, sedangkan susunan huruf yang terlalu
renggang akan sangat mempengaruhi kecepatan
membaca,
Interval ruang bukan hanya berpengaruh terhadap
legibility saja, tetapi juga dapat memberikan
pengaruh terhadap keindahan dan harmoni sebuah
rancangan. Kerning atau tracking positif diperlukan
diperlukan untuk huruf-huruf yang dicetak dalam
ukuran kecil.
Penyesuaian interval ruang antarbaris juga harus
diperhatikan, karena dapat membantu kecepatan
dan kenyamanan membaca. Bila interval ruang
terlalu sempit atau terlalu besar akan memakanwaktu lebih lama bagi mata dalam menemukan atau menyambung pada barisbaris kata selanjutnya. Huruf dengan ukuran x-height yang besar ataupun yang
kecil memerlukan ukuran leading yang besar.
Contoh tulisan dengan leading normal.
Contoh tulisan dengan leading negatif, menunjukan ada ruang tumpang tindih
antara descender dan ascender.
Naskah yang panjang sebaiknya dicetak dengan menggunakan huruf dari
kelompok berat regular. Bila huruf bold diterapkan dalam sebuah naskah, maka
ketebalannya akan banyak memberikan pengaruh terhadap legibility dan
keindahan rancangan. Di samping itu, huruf bold dapat memberikan kesan masif
dan pekat terhadap ruang.
Contoh naskah yang dicetak dengan menggunakan huruf bold.
Huruf yang digunakan untuk judul disebut dengan display type. Ukuran minimum
untuk display type adalah 14 pt. Huruf yang lebih kecil dari 14 pt disebut text
type. Pemilihan ukuran untuk text type
tergantung kepada jenis huruf yang dipakai
berikut besar x-height. Untuk naskah yang
panjang, apabila huruf dicetak terlalu kecil
akan cepat melelahkan mata atau bahkan mungkin akan sukar dibaca, dan bila
dicetak terlalu besar akan mengganggu estetika rancangan.
Interstate adalah jenis huruf yang telah diuji faktor
legibility-nya di Amerika guna memenuhi
persyaratan sebagai standar huruf untuk ramburambu jalan bebas hambatan dan trotoar (highway
signs and pavement markings). Huruf Interstate ini juga telah banyak digunakan
di jalan-jalan bebas hambatan di kota Jakarta dan sekitarnya.
Bila ditinjau dari grand desain tipografi, pendekatan terhadap permasalahan
tipografi dibedakan menjadi dua kelompok :
Tipografi mikro
Menyangkut tampilan visual rancangan huruf secara mendasar, seperti
desain tata letak serta eksekusi-eksekusi visual yang terdiri dari
perhitungan huruf, leading, dan kerning.
Tipografi makro
Menyangkut kepada pengintegrasian permasalahan strategi kreatif mulai
dari konsep desain, filosofi, kaitan huruf dengan sejarah, sasaran
khalayak, serta penggunaan huruf sebagai sebuah solusi komunikasi.
Pedoman Penggunaan Huruf Secara Efektif (Bag1)
Pedoman Penggunaan Huruf
Tipografi merupakan representasi visual dari sebuah bentuk komunikasi verbal
dan merupakan properti visual yang pokok dan efektif. Lewat kandungan nilai
fungsional dan nilai estetikanya, huruf memiliki potensi untuk menerjemahkan
atmosfir-atmosfir yang tersirat dalam sebuah komunikasi verbal yang dituangkan
melalui abstraksi bentuk-bentuk visual.
Huruf memiliki energi yang dapat mengaktifkan gerak mata. Energi ini dapat
dimanfaatkan secara positif apabila dalam penggunaannya senantiasa
memperhatikan kaidah-kaidah estetika, kenyamanan keterbacaannya, serta
interaksi huruf terhadap ruang dan elemen-elemen visual di sekitarnya.
LEGIBILITY
Legibility memiliki pengertian sebagai kualitas huruf atas naskah dalam tingkat
kemudahannya untuk dibaca. Tingkat keterbacaan ini tergantung kepada
tampilan bentuk fisik huruf, ukuran, serta penataan dalam sebuah naskah.
Mata dapat mengenal bentuk huruf walaupun hanya setengah bagian ke atas
dari fisik huruf yang tampil. Huruf serif lebih memiliki karakter pada setengah
bagian ke atas dibandingkan dengan sans serif, oleh karena itu huruf serif lebih
mudah dibaca. Dari fungsinya, serif bertindak sebagai pengait yang secara maya
dapat menjembatani ruang antara huruf yang saru dengan yang lain.Huruf serif
dapat menyebabkan kerja mata menjadi lebih ringan pada saat membaca naskah
dengan jumlah kata yang banyak.
Naskah yang dicetak dengan huruf besar kecil (upper-lower case) akan lebih
nyaman dibaca. Bila dibandingkan dengan fisik upper case, bentuk lower case
lebih mudah dibedakan antara huruf yang satu dan yang lain. Naskah yang
keseluruhannya dicetak sengan huruf besar (all caps) terasa akan lebih cepat
melelahkan mata. perbandingan antara all caps dan upper-lower case yang
digunakan dalam sebuah naskah.
Tipografi merupakan representasi visual dari sebuah bentuk komunikasi verbal
dan merupakan properti visual yang pokok dan efektif. Lewat kandungan nilai
fungsional dan nilai estetikanya, huruf memiliki potensi untuk menerjemahkan
atmosfir-atmosfir yang tersirat dalam sebuah komunikasi verbal yang dituangkan
melalui abstraksi bentuk-bentuk visual.
Huruf memiliki energi yang dapat mengaktifkan gerak mata. Energi ini dapat
dimanfaatkan secara positif apabila dalam penggunaannya senantiasa
memperhatikan kaidah-kaidah estetika, kenyamanan keterbacaannya, serta
interaksi huruf terhadap ruang dan elemen-elemen visual di sekitarnya.
LEGIBILITY
Legibility memiliki pengertian sebagai kualitas huruf atas naskah dalam tingkat
kemudahannya untuk dibaca. Tingkat keterbacaan ini tergantung kepada
tampilan bentuk fisik huruf, ukuran, serta penataan dalam sebuah naskah.
Mata dapat mengenal bentuk huruf walaupun hanya setengah bagian ke atas
dari fisik huruf yang tampil. Huruf serif lebih memiliki karakter pada setengah
bagian ke atas dibandingkan dengan sans serif, oleh karena itu huruf serif lebih
mudah dibaca. Dari fungsinya, serif bertindak sebagai pengait yang secara maya
dapat menjembatani ruang antara huruf yang saru dengan yang lain.Huruf serif
dapat menyebabkan kerja mata menjadi lebih ringan pada saat membaca naskah
dengan jumlah kata yang banyak.
Naskah yang dicetak dengan huruf besar kecil (upper-lower case) akan lebih
nyaman dibaca. Bila dibandingkan dengan fisik upper case, bentuk lower case
lebih mudah dibedakan antara huruf yang satu dan yang lain. Naskah yang
keseluruhannya dicetak sengan huruf besar (all caps) terasa akan lebih cepat
melelahkan mata. perbandingan antara all caps dan upper-lower case yang
digunakan dalam sebuah naskah.
Karakteristik Fisik Huruf (Bag3)
SET CHARACTERS
Ligatures
Dua buah character atau lebih yangdigabungkan menjadi kesatuan
Modern Figures
Angka-angka yang memiliki ketinggian samadengan upper case. Modern figures sering jugadisebut sebagai lining figures.
Old Style FiguresAngka-angka yang memiliki ketinggian yangsama dengan meanline dari lower case.
Foreign AccentsCharacter yang melengkapi sebuah setcharacters dalam sebuah bahasa tertentu,seperti beberapa tanda baca atau huruf-huruftertentu yang terdapat dalam bahasa Jermanatau Perancis.
Small CapsUpper case yang memiliki tinggi yang samadengan lower case (x-height).
FractionsAngka-angka pecahan
Punctuation Marks
Setiap alfabet memiliki berbagai character yang terdiri dari huruf besar yang
disebut upper case/capitals/cap, dan huruf kecil yang disebut lower case. Istilah
ini berasal dari subsistem teknologi mesin cetak yang ditemukan oleh Johan
Gutenberg. Pada masa itu cetakan huruf yang berupa potongan-potongan blok
metal disimpan dalam sebuah kotak yang disebut typecase. Huruf besar
disimpan dalam kotak atas (upper case), sedangkan huruf kecil diletakkan pada
bagian bawah (lower case).
Kelengkapan character dalam sebuah alfaber (set characters) memiliki upper
case sejumlah 26 dan lower case dalam jumlah yang sama. Satu set characters
terdiri dari lebih 200 jenis character. Penambahan character seperti ligatures
disebut sebagai expert set characters.
Berikut adalah jenis-jenis character tambahan selain upper case dan lower case.
Ligatures
Dua buah character atau lebih yangdigabungkan menjadi kesatuan
Modern Figures
Angka-angka yang memiliki ketinggian samadengan upper case. Modern figures sering jugadisebut sebagai lining figures.
Old Style FiguresAngka-angka yang memiliki ketinggian yangsama dengan meanline dari lower case.
Foreign AccentsCharacter yang melengkapi sebuah setcharacters dalam sebuah bahasa tertentu,seperti beberapa tanda baca atau huruf-huruftertentu yang terdapat dalam bahasa Jermanatau Perancis.
Small CapsUpper case yang memiliki tinggi yang samadengan lower case (x-height).
FractionsAngka-angka pecahan
Punctuation Marks
Karakteristik Fisik Huruf (Bag2)
Karakteristik Fisik Huruf
Karakteristik huruf merupakan watak atau kekhasan huruf dari A sampai Z.
Karakteristik huruf yang berbeda dapat menimbulkan kekontrasan dan efek
visual tersendiri. Huruf dapat dikembangkan, berakar pada bentuk dasarnya
(regular) tetapi tetap memiliki kesinambungan bentuk. Perbedaan tampilan yang
pokok dalam huruf dibagi menjadi tiga bentuk pengembangan, yaitu : berat,
proporsi, dan kemiringan.
BERAT
Perubahan berat dari struktur bentuk dasar huruf terletak pada perbandingan
antara tinggi dari huruf yang tercetak dengan lebar stroke. Ditinjau dari beratnya,
huruf dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : light, regular dan bold.
Baik light, regular dan bold memiliki kesamaan ciri fisik, namun dengan
perbedaan berat dapat memberikan dampak visual yang berbeda. Contoh, huruf
bold karena ketebalannya memiliki potensi yang kuat dalam menarik perhatian
mata. Biasanya huruf bold banyak sekali digunakan untuk judul (headline)
sebuah naskah, baik untuk iklan, poster maupun media terapan lainnya.
Berikut ini adalah tabel perbandingan antara tinggi huruf yang tercetak dengan
lebar stroke dari huruf tersebut.
PROPORSI
Proporsi merupakan perbandingan antara tinggi huruf yang tercetak dengan
lebar huruf itu sendiri.Ditinjau dari proporsi, huruf dibagi menjadi : condensed,
regular, dan extended.
Huruf condensed dapat terakomodasi lebih banyak dalam sebuah bidang atau
ruang. Tetapi bila dicetak untuk keperluan naskah dalam jumlah yang panjang
akan dapat melelahkan mata. Huruf-huruf condensed dan extended biasanya
lebih tepat diterapkan untuk teks yang pendek, seperti untuk headline ataupun
sub-judul (subhead). Berikut ini adalah tabel proporsi yang ideal antara tinggi
huruf yang tercetak dengan lebar huruf.
Tabel. Proporsi huruf menurut perbandingan tinggi dan lebar huruf.
KEMIRINGAN
Huruf yang tercetak miring dalam terminologi tipografi disebut italic. Hurufitalic
biasanya digunakan untuk memberikan penekanan pada sebuah kata. Di
samping itu, huruf-huruf ini juga dipakai untuk menunjukkan istilah atau kata yang
berasal dari bahasa asing. Umumnya, huruf italic digunakan untuk teks dalam
jumlah yang tidak terlalu panjang, seperti untuk keterangan gambar (caption),
highlight dari naskah (copy blurb) serta sebagai headline atau sub-head. Huruf
italic dirancang dengan sudut kemiringan tertentu untuk mencapai toleransi terhadap kenyamanan mata dalam membacanya. Sudut kemiringan yang terbaik
Karakteristik huruf merupakan watak atau kekhasan huruf dari A sampai Z.
Karakteristik huruf yang berbeda dapat menimbulkan kekontrasan dan efek
visual tersendiri. Huruf dapat dikembangkan, berakar pada bentuk dasarnya
(regular) tetapi tetap memiliki kesinambungan bentuk. Perbedaan tampilan yang
pokok dalam huruf dibagi menjadi tiga bentuk pengembangan, yaitu : berat,
proporsi, dan kemiringan.
BERAT
Perubahan berat dari struktur bentuk dasar huruf terletak pada perbandingan
antara tinggi dari huruf yang tercetak dengan lebar stroke. Ditinjau dari beratnya,
huruf dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : light, regular dan bold.
Baik light, regular dan bold memiliki kesamaan ciri fisik, namun dengan
perbedaan berat dapat memberikan dampak visual yang berbeda. Contoh, huruf
bold karena ketebalannya memiliki potensi yang kuat dalam menarik perhatian
mata. Biasanya huruf bold banyak sekali digunakan untuk judul (headline)
sebuah naskah, baik untuk iklan, poster maupun media terapan lainnya.
Berikut ini adalah tabel perbandingan antara tinggi huruf yang tercetak dengan
lebar stroke dari huruf tersebut.
PROPORSI
Proporsi merupakan perbandingan antara tinggi huruf yang tercetak dengan
lebar huruf itu sendiri.Ditinjau dari proporsi, huruf dibagi menjadi : condensed,
regular, dan extended.
Huruf condensed dapat terakomodasi lebih banyak dalam sebuah bidang atau
ruang. Tetapi bila dicetak untuk keperluan naskah dalam jumlah yang panjang
akan dapat melelahkan mata. Huruf-huruf condensed dan extended biasanya
lebih tepat diterapkan untuk teks yang pendek, seperti untuk headline ataupun
sub-judul (subhead). Berikut ini adalah tabel proporsi yang ideal antara tinggi
huruf yang tercetak dengan lebar huruf.
Tabel. Proporsi huruf menurut perbandingan tinggi dan lebar huruf.
KEMIRINGAN
Huruf yang tercetak miring dalam terminologi tipografi disebut italic. Hurufitalic
biasanya digunakan untuk memberikan penekanan pada sebuah kata. Di
samping itu, huruf-huruf ini juga dipakai untuk menunjukkan istilah atau kata yang
berasal dari bahasa asing. Umumnya, huruf italic digunakan untuk teks dalam
jumlah yang tidak terlalu panjang, seperti untuk keterangan gambar (caption),
highlight dari naskah (copy blurb) serta sebagai headline atau sub-head. Huruf
italic dirancang dengan sudut kemiringan tertentu untuk mencapai toleransi terhadap kenyamanan mata dalam membacanya. Sudut kemiringan yang terbaik
Karakteristik Fisik Huruf (Bag1)
Roman/Serif
Ciri dari huruf ini memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk
lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan
ketitipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan
yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan
feminin. Contoh : Times New Roman.
Sans Serif
Pengertian San Serif adalah tanpa sirip/serif pada ujung
hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau
hamper sama. Kesan yang ditimbulkan adalah modern,
kontemporer, dan efisien. Contoh : Helvetica dan Arial.
Script
Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan
dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring
ke kanan. Kesan yang ditimbulkan adalah sifat pribadi dan
akrab.
Monospace
Adalah jenis huruf yang mempunyai jarak/lebar yang
sama setiap hurufnya. Huruf W dan I akan mempunyai
ruang yang sama. Contoh : Courier. Huruf pada mesin
ketik adalah juga huruf Monospace.
Dekoratif/Miscellaneous
Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentukbentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen
atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah
dekoratif dan ornamental. Cocok dipakai untuk Headline.
Ciri dari huruf ini memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk
lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan
ketitipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan
yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan
feminin. Contoh : Times New Roman.
Sans Serif
Pengertian San Serif adalah tanpa sirip/serif pada ujung
hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau
hamper sama. Kesan yang ditimbulkan adalah modern,
kontemporer, dan efisien. Contoh : Helvetica dan Arial.
Script
Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan
dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring
ke kanan. Kesan yang ditimbulkan adalah sifat pribadi dan
akrab.
Monospace
Adalah jenis huruf yang mempunyai jarak/lebar yang
sama setiap hurufnya. Huruf W dan I akan mempunyai
ruang yang sama. Contoh : Courier. Huruf pada mesin
ketik adalah juga huruf Monospace.
Dekoratif/Miscellaneous
Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentukbentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen
atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah
dekoratif dan ornamental. Cocok dipakai untuk Headline.
Langganan:
Komentar (Atom)