Interval ruang antarhuruf atau kata memiliki dampak
yang sangat berarti terhadap legibility. Susunan
huruf yang terlalu rapat akan mengaburkan bentuk
huruf, sedangkan susunan huruf yang terlalu
renggang akan sangat mempengaruhi kecepatan
membaca,
Interval ruang bukan hanya berpengaruh terhadap
legibility saja, tetapi juga dapat memberikan
pengaruh terhadap keindahan dan harmoni sebuah
rancangan. Kerning atau tracking positif diperlukan
diperlukan untuk huruf-huruf yang dicetak dalam
ukuran kecil.
Penyesuaian interval ruang antarbaris juga harus
diperhatikan, karena dapat membantu kecepatan
dan kenyamanan membaca. Bila interval ruang
terlalu sempit atau terlalu besar akan memakanwaktu lebih lama bagi mata dalam menemukan atau menyambung pada barisbaris kata selanjutnya. Huruf dengan ukuran x-height yang besar ataupun yang
kecil memerlukan ukuran leading yang besar.
Contoh tulisan dengan leading normal.
Contoh tulisan dengan leading negatif, menunjukan ada ruang tumpang tindih
antara descender dan ascender.
Naskah yang panjang sebaiknya dicetak dengan menggunakan huruf dari
kelompok berat regular. Bila huruf bold diterapkan dalam sebuah naskah, maka
ketebalannya akan banyak memberikan pengaruh terhadap legibility dan
keindahan rancangan. Di samping itu, huruf bold dapat memberikan kesan masif
dan pekat terhadap ruang.
Contoh naskah yang dicetak dengan menggunakan huruf bold.
Huruf yang digunakan untuk judul disebut dengan display type. Ukuran minimum
untuk display type adalah 14 pt. Huruf yang lebih kecil dari 14 pt disebut text
type. Pemilihan ukuran untuk text type
tergantung kepada jenis huruf yang dipakai
berikut besar x-height. Untuk naskah yang
panjang, apabila huruf dicetak terlalu kecil
akan cepat melelahkan mata atau bahkan mungkin akan sukar dibaca, dan bila
dicetak terlalu besar akan mengganggu estetika rancangan.
Interstate adalah jenis huruf yang telah diuji faktor
legibility-nya di Amerika guna memenuhi
persyaratan sebagai standar huruf untuk ramburambu jalan bebas hambatan dan trotoar (highway
signs and pavement markings). Huruf Interstate ini juga telah banyak digunakan
di jalan-jalan bebas hambatan di kota Jakarta dan sekitarnya.
Bila ditinjau dari grand desain tipografi, pendekatan terhadap permasalahan
tipografi dibedakan menjadi dua kelompok :
Tipografi mikro
Menyangkut tampilan visual rancangan huruf secara mendasar, seperti
desain tata letak serta eksekusi-eksekusi visual yang terdiri dari
perhitungan huruf, leading, dan kerning.
Tipografi makro
Menyangkut kepada pengintegrasian permasalahan strategi kreatif mulai
dari konsep desain, filosofi, kaitan huruf dengan sejarah, sasaran
khalayak, serta penggunaan huruf sebagai sebuah solusi komunikasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar