Kamis, 13 Oktober 2016

Pedoman Penggunaan Huruf Secara Efektif (Bag1)

Pedoman Penggunaan Huruf

    Tipografi merupakan representasi visual dari sebuah bentuk komunikasi verbal
dan merupakan properti visual yang pokok dan efektif. Lewat kandungan nilai
fungsional dan nilai estetikanya, huruf memiliki potensi untuk menerjemahkan
atmosfir-atmosfir yang tersirat dalam sebuah komunikasi verbal yang dituangkan
melalui abstraksi bentuk-bentuk visual.
     Huruf memiliki energi yang dapat mengaktifkan gerak mata. Energi ini dapat
dimanfaatkan secara positif apabila dalam penggunaannya senantiasa
memperhatikan kaidah-kaidah estetika, kenyamanan keterbacaannya, serta
interaksi huruf terhadap ruang dan elemen-elemen visual di sekitarnya.


LEGIBILITY


Legibility memiliki pengertian sebagai kualitas huruf atas naskah dalam tingkat
kemudahannya untuk dibaca. Tingkat keterbacaan ini tergantung kepada
tampilan bentuk fisik huruf, ukuran, serta penataan dalam sebuah naskah.


      Mata dapat mengenal bentuk huruf walaupun hanya setengah bagian ke atas
dari fisik huruf yang tampil. Huruf serif lebih memiliki karakter pada setengah
bagian ke atas dibandingkan dengan sans serif, oleh karena itu huruf serif lebih
mudah dibaca. Dari fungsinya, serif bertindak sebagai pengait yang secara maya
dapat menjembatani ruang antara huruf yang saru dengan yang lain.Huruf serif
dapat menyebabkan kerja mata menjadi lebih ringan pada saat membaca naskah
dengan jumlah kata yang banyak.
      Naskah yang dicetak dengan huruf besar kecil (upper-lower case) akan lebih
nyaman dibaca. Bila dibandingkan dengan fisik upper case, bentuk lower case
lebih mudah dibedakan antara huruf yang satu dan yang lain. Naskah yang
keseluruhannya dicetak sengan huruf besar (all caps) terasa akan lebih cepat
melelahkan mata. perbandingan antara all caps dan upper-lower case yang
digunakan dalam sebuah naskah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar